Metode Demonstrasi dan Eksperimen

oleh : Fat Hurrahman

A. PENDAHULUAN.

Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen ialah suatu upaya atau praktek dengan menggunaka peragaan yang di tujukan pada siswa yang tujuannya ialah agar supaya semua sisiwa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekan dari apa yang telah di perokehnya dan dapat mengatasi sutu permasalah apabila terdapat perbedaan .

B.METODE DEMONSTRASI

1. Pengertian Metode Demonstrasi

Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa.

Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat di lakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstran cukup baik apabila di gunakan dalam penyampaian bahan pelajaran fiqih, misalnya bagaiamana cara berwudu, shalat, memandikan orang mati, tawaf pada waktu haji,dan yang lainnya.

2. Adapun aspek yang penting dalam menggunakan Metode Demonstrasi adalah:

  1. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
  2. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
  3. Tidak semua hal dapat di Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.
  4. Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis

  1. Sebagai pendahuluan, berilah pengertian dan landasan teori dari apa yang akan di Demonstrasikan.

Dan adapun sebaiknya dalam Mendemonstrasikan pelajaran tersebut guru harus terlebih dulu Mendemonstrasikan dengan sebaik-baiknya, baru di ikuti oleh murid-muridnya yang sesuai dengan petunjuk.

Adapun dalam metode demonstran ini memiliki kelebihan dan ada juga kekurangannya sebagaimana yang akan di paparkan di bawah ini.

3. Kelebihan metode demonstran adalah:

  • Perhatian anak didik dapat di pusatkan, dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat di amati
  • Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang di Demonstrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain
  • Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar
  • Dapat menambah pengalaman anak didik
  • Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan
  • Dapat mengurangi kesalah pahaman karna pengajaran lebih jelas dan kongkrit
  • Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung.

Setelah melihat beberapa keuntungan dari metode demonstransi tersebut, maka dalam bidang setudi agama, banyak hal-hal yang dapat di demonstrasikan terutama dalam bidang ibadat, seperti pelaksanaan shalat, zakat dan yang lainnya.

Apabila teori menjalankan ibadah yang betul dan baik telah di miliki oleh anak didik, maka guru harus mencoba mendemonstrasikan di depan para murit. Dan apabila anak didik sedang mendemonstrasikan ibadah, guru harus mengamati langkah dari langkah dari setiap gera-gerik murid tersebut,

sehingga apabila ada kesalahan atau kekurangannya guru berkewajiban memperbaikinya. Tindakan mengamati segi-segi yang kurang baik lalu memperbaikinya akan memberikan kesan yang dalam pada diri anak didik, karna guru telah memberi pengalaman kepada anak didik baik bagi anak didik yang menjalankan Demonstrasi ataupun bagi yang menyaksikannya.

4. Dari segi kelemahan atau metode demonstran adalah:

  • Memerlukan waktu yang cukup banyak
  • Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang efesien
  • Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-bahannya
  • Memerlukan tenaga yang tidak sedikit
  • Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif.

5. Adapun langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah:

a. Perencanaan

Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah

  1. Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang di harapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir
  2. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan
  3. Memperhitungkan waktu yang di butuhkan
  4. Selama demonstrasi berlangsung guru haru intropeksi diri apakah:

ü Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa

ü Apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas

ü Siswa di sarankan membuat catatan yang dianggap perlu

  1. Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik

b. Pelaksanaannya:

Hal-hal yang mesti di lakukan adalah:

  1. Memeriksa hal-hal tersebut di atas untuk kesekian kalinya
  2. Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa
  3. Mengingat pokok-pokok materi yang akan di demonstrasikan agar mencapai sasaran
  4. Memperhatikan kedaan siswa, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik
  5. Memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif
  6. Menghindari ketegangan

6. Evaluasi:

Dalam kegiatan evaluasi ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan,menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut, baik di sekolah ataupun di rumah.

7. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan metode demonstrasi tersebut adalah:

1. Rumuskan secara spesific yang dapat di capai oleh siswa.

2. Susun langkah-langkah yag akan dilakukan dengan demontrasi secara teratur sesuai dengan skenario yang telah di rencanakan.

3. Menyipkan peralatan yang di butuhkan sebelum demonstrasi dimulai.

4. Usahakan dalam melakukan demonstrasi tersebut sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

C. METODE EKSPERIMEN

a. Pengertia Metode Eksperimen

Metode Eksperimen adalah Metode atau cara di mana guru dan murit bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi.

Sedangkan menurut Ramayulis, dalam bukunya “Metodologi pendidikan agama Islam” mendefinisikan bahwa Metode Eksperimen ialah suatu metode mengajar yang di lakukan murid untuk melakuka percobaan-percobaan pada mata pelajaran tertentu.

Sedangkan menurut Zakiyah Daradjat tidak memberikan pengertian jelas, ia hanya mengatakan bahwa Metode Eksperimen adalah metode percobaan yang biasanya di lakuka dalam mata pelajaran tertentu.

Sedangkan menurut Departeman Agama memberi definisi bahwa Metode Eksperimen adalah peraktek pengajaran yan melibatkan anak didik pada pekerjaan akademis, latihan dan pemecahan masalah atau topik seperti: shalat, puasa, haji, pembangunan masarakat dan lain-lainnya.

b. Metode Eksperimen dalam pendidikan Agama Islam

Hal yang menarik tentang metode ini dalam pendidikan agama Islam ialah bahwa metode ini ada kolerasinya dengan pendidikan agama Islam terutama bidang studi fiqih.

Kongkritnya adalah Ketika ingin membuktikan apakah segenangan air termasuk air suci atau air najis atau air yang suci tidak mensucikan, maka hal ini harus di buktikan secara langsung dan di adakan penelitian secara ilmiah, maka metode Eksperiman dapat membuktikannya dengan tepat.

c. Target metode Eksperimen

Adapun target Metode Eksperimen adalah

  1. Murit dapat membuktikan kebenaran riil dari teori-teori hukum yang berlaku
  2. Diharapkan dengan metode ini murit dapat kepuasan dari hasil belajarnya

d. Langkah-langkah metode eksperimen

    • Menerangkan Metode Eksperimen
    • Membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang seknifikasi untuk di angkat

    • Sebelum guru menetapkan alat yang di perlukan langkah-langkah apa saja yang harus di catatdan variebel-variebel apa yang harus di kontrol
    • Setelah eksperimen di lakukan guru harus mengumpulkan laporan, memproses kegiatan, dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman murit

e. Kelebihan dan kekurangan Metode Eksperimen ialah:

1. Kelebihannya

  • Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan sendiri sebuah permasalahan
  • Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik

2. Segi kekurangannya

  • Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini
  • Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya.

Sebaiknya Metode Eksperimen ini di terapkan bagi pelajaran-pelajaran yang belum di ajarka atau di terangkan oleh metode lain sehingga Metode Eksperimen ini terasa benar fungsinya bagi siswa.

Hal-hal yang Perlu di perhatikan dalam melakukan Metode Eksperimen adalah sebagai berikut;

  1. Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang di butuhkan
  2. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen
  3. Sebelum di laksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu di berikan penjelasan dan petunjuk-petunjuk seperlunya

  1. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah di rencanakan bila hasilnya belum memuaskan dapat di ulangi lagi untuk membuktikn kebenaranya
  2. Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaanya secara tertulis.

D. METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN

Metode Demonstrasi Dan Eksperimen ini cocok digunakan apabila:

1. Untuk memberikan latihan keterampilan tertetu pada siswa.

2. Untuk memudahkan penjelasan yang di berikan agar siswa langsung mengetahui dan dapat terampil dan melakukannya.

3. Untuk membantu siswa dalam memahami sesuatu proses secara cermat dan teliti.

Keuggulan Metode Demonstrasi dan Eksperiaen ini adalah:

a. Perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada anak yang di Demonstrasikan atau di Eksperienkan

b. Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat

c. Hal-hal yang menjadi teka-teki siswa dapat terjawab melalui eksperimen

d. Menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil kesimpulan karena mereka mengamati secara langsung jalannya proses demonstrasi yang di adakan atau eksperimen.

Kelemahan Metode Demonstrasi dan Eksperimen adalah:

  1. Persiapa dan pelaksanaannya memakan waktu lama
  2. Metode ini tidak efektif apabila tidak di tunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan
  3. Sukar di laksanakan bila siswa belum matang kemampuan untuk melaksanakannya

Saranya Untuk Metode Demonstrasi dan Eksperimen

    1. Lakukan Metode Demonstrasi dan Eksperimen dalam hal-hal yang bersifat praktis dan urgent dalam masarakat
    2. Arahkan pendemonstrasian dan eksperimen agar murid-murid mendapatkan pengertian yang jelas, pembentukan sikap serta kecakapan praktis
    3. Usahakan agar semua anak dapat mengikuti demonstrasi dan eksperimen
    4. Berilah pengertian sejelas-jelasmya landasan teori dari apa yang hendak di demonstrasikan maupun di eksperimenkan

E. KESIMPULAN

Penutup

Metode demonstrasi adalah salah satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu dengan jalan mendemonstrasikan terlebih dulu kepada siswa

Metode ini dapat menghilangkan varbalisme sehingga siswa akan semakin memahami materi pelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu di perhatikan agar metode ini dapat berjalan dengan efektif dan efesien.

Metode Eksperimen adalah suatu metode di mana murid melakukan pekerjaan akademis dalam mata pelajaran tertentu dengan menyaksikan peragaan-peragaan tersebut.

Namun yang perlu di perhatikan oleh guru tentang Metode Demonstrasi dan Eksperimen ialah karna kedua metode ini memiliki kekurangan dan kelebihan.

DAFTAR PUSTAKA

v Dradjat, Dr. Zakiah, dkk. Metode Khusus Pengajaran Agama Islam, PT. Bumi Aksar. Jakarta, 1995.

v Dr. Arief Armai, MA. Pengantar Ilmu Dan Metode Pendidikan Islam, PT. Intermasa. Jakarta, 2002.

v Drs. M. Usman Basyiruddin, M.Pd. Metode Pembelajaran Agama Islam, PT. Ciputar Prees. Jakartan, 2005.

v Drs. Ahmadi Abu. Metode Khusus Pendidikan Agama (MKPA), CV. Armico. Bandung, 1986.

v Surakhman, Prof. Dr. Winarno. Metode Pengajaran Nasional, Jemmars. Bandung, 1980.

v Tim Derektorat Jend. Metode Pendidikan Agama Islam, Pembinaan Kelembagaan Agama Islam/Derektorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum. Jakarta, 2001.

v Sadali, Prof. Drs. A. dkk, Islam Untuk Disiplin Ilmu Pendidikan, Bulan Bintang. Jakarta, 1987.

About these ads